Wednesday, 23 March 2011

Wirausaha Muda Indonesia Belajar dari China


Eko Priliawito, Ajeng Mustika Triyanti
Kamis, 24 Maret 2011, 07:16 WIB
VIVAnews - Wirausaha muda China dan ASEAN saling bertukar informasi melalui ASEAN-China Young Entrepreneur Association Forum, guna mengembangkan perdagangan dan ekonomi di kawasan itu. Lantas, apa yang bisa dipelajari dari wirausaha China?

Menurut Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Mochamad Ridwan Mustofa, wirausaha muda Indonesia dan China memiliki tipikal yang sama. "Memiliki semangat yang baik dan daya juang yang bagus," kata dia kepada VIVAnews.com di Jakarta, Rabu, 23 Maret 2011.

Tuesday, 22 March 2011

Bangsa Jepang, Bangsa Pembelajar

TOKYO, KOMPAS.com — Sekalipun dalam kondisi krisis akibat gempa bumi dan tsunami, disusul radiasi nuklir akibat bocornya PLTN Fukushima Daiichi, masyarakat Jepang menunjukkan kebersamaan dan kekuatan karakter untuk bangkit kembali. Sikap itu berangkat dari kemauan melakukan otokritik atas apa yang sudah dipersiapkan dan apa yang seharusnya dilakukan pada masa depan.
Berbeda dengan Jepang, saat bencana mendera Indonesia, seperti gempa, tsunami, dan letusan gunung berapi yang susul-menyusul dalam enam tahun terakhir, terlihat betul kelemahan bangsa ini, dari ketidaksiapan infrastruktur, kacaunya manajemen bencana, hingga penjarahan oleh masyarakat.

Monday, 21 March 2011

Welcome to the Club - by suhendi


 

Selamat bergabung di klub entrepreneurship.

 

Di Amerika Serikat dalam setiap sebelas detik lahir seorang entrepreneur baru berikut dengan perusahaannya. Data menunjukkan satu dari 12 orang Amerika terlibat langsung dalam kegiatan entrepreneur. Dengan segenap kekuatan yang dimilikinya entrepeneur telah melahirkan produk dan jasa yang inovatif, menciptakan lapangan pekerjaan baru, membuka peluang ekspor, dan tentunya semakin mengukuhkan posisi ekspor dan tentunya semakin mengukurkan posisi Amerika dalam kancah perekonomian dunia.

"Entrepreneurship" Terbukti Mengubah Masa Depan









KOMPAS.com - Tahun 2001, ketika lepas usia 70 tahun, saya membandingkan dan menganalisa kenapa bangsa Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Tahun 1960-an tidak banyak perbedaan antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Sekarang kita-saat GDP per kapita kita 2.300 dollar AS, Malaysia sudah mencapai 8.118 dollar AS, dan Singapura sudah mencapai 38.972 dollar AS. Kita ketinggalan jauh, bukan? Setelah 65 tahun Indonesia merdeka, saya melihat masalah pengangguran dan kemiskinan masih belum terpecahkan secara memuaskan.

berbincang tentang

mari kita berbincang tentang kewirausahaan ... bukan semata-mata ingin menjadi wirausahawan... namun menemukan nilai-nilai wirausaha yang berguna untuk hidup kita...

selamat berbincang-bincang...